Friday, March 28, 2025

Antioksidan Telang Gak Kalah Tinggi

 Kita terjebak kalau produk luar negeri adalah lebih baik dari yang lokal dan alami. Kemasan dan promosi iklan sangat membantu masukanya produk luar. Sedangkan seduhan jahe dan gula aren, tersisih dengan minuman siap minum yang diiklankan artis internasional.

Hasil Uji Laboratorium Racikan Bunga Telang

Kami terus berusaha mengangkat bunga telang dan aneka rempah lainnya agar diterima publik. Salah-satunya dengan mengirim sampel ke laboratorium untuk dilihat bagaimana kandungan antioksidan yang dikandungnya.



Racikan Bunga Telang, Sempra Pala, Daun Sereh Wangi, Biji Kapulaga



Seduhan Telang dan Rerempahan Dayeuhluhur

Nasi Ubi Ungu

Label Martani Produk Dayeuhluhur





Thursday, February 20, 2025

Telang dan Kapulaga di Dayeuhluhur

Blog ini adalah upaya untuk mengkristalisasikan pembelajaran yang kami dapat selama melakukan telangisasi. Tidak terlalu mudah melakukan praktek mengajak diri, keluarga, tetangga, teman, sejawat untuk bersama menghargai rerempahan yang kita punya. Tetapi kami terus mencoba.

Cara yang kami gunakan untuk telangisasi beraneka rupa. Misalnya dengan mengajak ibu-ibu dan kelompok perempuan untuk menyeduh aneka rerempahan yang ada di halaman, juga rempah yang mereka tanam di kebun dan menjadi komoditas hasil panen pertaniannya.

Cai Hade Dayeuhluhur

Kapulaga banyak ditanam petani di Dayeuhluhur, Cilacap. Desa gunung ini memang cocok menjadi tempat tumbuh kapol, begitu istilah orang Sunda di sini menyebutnya. Harganya sempat melonjak 300 ribu per kg ketika Cina membutuhkan untuk membuat obat Covid. Saat ini harganya berkisar 70 ribuan per kg.

Campuran kapulaga dan bunga telang menghasilkan warna merah magenta. Selain warnanya cantik, rasanya juga unik.

Mari mencicipi rerempahan dari desa. 



 

Wednesday, January 22, 2025

Rerempahan dan Telang Dayeuhluhur

Suweg, jengkol

Perjalanan Martani di Dayeuhluhur sudah berjalan 7 bulan sejak Juni 2024 lalu. Banyak data tentang tanaman yang digunakan untuk kesehatan dan dikonsumsi sehari-hari. Kami sebut itu rerempahan. 

Reunde lalaban

Masyarakat Dayeuhluhur berbahasa Sunda, dan merasa Suku Sunda. Secara administratif kecamatan ini masuk ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Berbatasan dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Banjar di sisi barat. Sedang di sisi utara berbatasan dengan Kabupaten Kuningan. Situasi ini menjadikan budaya percampuran, walau budaya Sunda lebih kental. 

Imba, rosela, iwung

Kebiasaan mengkonsumsi lalaban baik mentah atau pun dimasak, dilakukan masyarakat. Tidak heran keahlian membuat sambal, menjadi salah-satu ciri khas perempuan di sini. Sambal tolenjeng, terdiri dari cabe rawit hijau, bawang merah atau putih (apa aja yg ada), garam, diulek kasar, kemudian disiram minyak panas. Wah bisa makan dengan nasi tambah dua kali nih hehe...

Kegiatan menyeduh rerempahan di Dayeuhluhur, Martani lakukan bersama kelompok perempuan di 14 desa di Kecamatan Dayeuhluhur. Mengenalkan bahwa seduhan kapol (kapulaga) dan pala, yang merupakan produk pertanian hasil panen harian petani, ternyata dapat terhidang di meja makan keluarga. Menjadi sehat dengan rempah dari halaman dan kebun kita. 

Semakin panjang lagi tambahan rempah yang bisa dipadukan dengan bunga telang. 

Selamat mencoba. Sehat selamat semuanya. 

Gerbang Dayeuhluhur di Mergo








Thursday, December 19, 2024

Bunga telang di Cijeruk, Dayeuhluhur

 Pada pelatihan tata boga di Desa Cijeruk, kami mendapat kejutan menyenangkan. Bertemu Teh Cici yang sudah menanam bunga telang di halaman rumahnya. Sudah juga mengkonsumsi menyeduh menjadi teh biru, dan dicampur jeruk. Tapi kalau bikin nasi biru sih belum. Dikeringkan dan dicampur rempah lain juga belum dilakukan. 

Desa Cijeruk adalah satu dari 14 desa di Kecamatan Dayeuhluhur. Desa ini terletak paling utara Dayeuhluhur, berbatasan dengan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 

Terdapat bangunan semen bertuliskan LUMBUNG PANGAN DESA CIJERUK yang terletak di sebelah Balai Desa. Bangunan itu terdiri dari dua ruangan, yaitu toko poto copy dan penjualan alat tulis kantor, dan toko galon air minum. 

Desa Cijeruk dikenal penghasil rempah kapulaga, kapol bahasa sundanya. Produksinya berlimpah. Setiap 3 bulan panen kapol, menghasilkan 2-3 kuintal. Saat ini harga kapol 70-80 ribu per kg kering. 

Kami sangat senang ada perempuan yang sudah menanam, mengkonsumsi bunga telang di Dayeuhluhur ini. Sejak kami mengenalkan bunga telang tahun 2013, akhirnya nemu juga perempuan menanam telang di Cijeruk, Dayeuhluhur.  

Sehat sejahtera petani rempah. Dan kita semua penikmat rempah Nusantara. 



Monday, November 18, 2024

Telang & Kelor di Dayeuhluhur

 Sebuah kesempatan baik bertemu dengan banyak perempuan di pedesaan. Belajar bahwa mereka memiliki keahlian meramu masakan dari bahan yang ada menjadi hidangan yang lezat. 

Penambahan daun kelor sebagai bentuk fortifikasi makanan kami praktekkan bersama saat membuat bolu cake dari tepung singkong. Bu Ratmi membuat sendiri tepung singkongnya dengan alat yang ada di rumahnya.







Serbuk daun kelor juga kami tambahkan ke garam. Ini juga hal baru yang kami pelajari di Dayeuhluhur. Kebiasaan orang tua dulu, membakar garam sehingga mengubahnya menjadi butiran halus. Rasanya dipercaya lebih gurih. Penambahan serbuk kelor selain membuat warnanya cantik, juga menjadi tambahan vitamin. 

Kebiasaan ngaliwet adalah hal yang kami nikmati di desa. Yaitu makan bersama setelah melakukan kerja bakti atau saat ada yang ulang tahun misalnya. Rebusan daun imba yang dipadukan dengan sambal kluwek adalah kombinasi yang pas. 

Saya juga mempelajari kalau rebusan daun imba sangat bagus untuk kondisi perut saya yang sensitif. Membuang gas dan membuat lega keesokan paginya, seperti detoksifikasi membersihkan perut. Mungkin harus diperiksa lagi ada kandungan apa di imba ini?

Memasak nasi biru bunga telang dan menyeduh magic blue tea tetap kami lakukan. Pemberian biji telang agar ditanam di halaman disambut hangat. Biji telang didapat dari tetangga yang memiliki telang di halamannya. 

Sunday, October 27, 2024

Martani di Museum Bahari Jakarta

Berkesempatan menghadiri event di Museum Bahari Jakarta, 26-27 Oktober 2024. Yaitu Bazar Festival Budaya Indonesia - Jepang. Sebuah acara yang banyak dihadiri anak-anak sekolahan yang menampilkan berbagai kreasinya. 


Kami turut serta menyediakan seduhan bunga telang siap minum. Wedang Martani yang siap seduh juga tersedia. 


Silakan bergabung. 

Monday, October 7, 2024

Nyangku Panjalu 2024

 Nyangku Panjalu adalah satu upacara adat yang dilaksanakan di daerah Panjalu, Ciamis. Setiap tahunnya pusaka Kerajaan Panjalu akan disucikan. Masyarakat berkumpul di alu-alun menyaksikan setiap prosesi saat pusaka dikeluarkan dan dibasuh dengan mata air dari berbagai sumber di sekitar Ciamis.

 

Dalam kesempatan ini kami bersyukur bertemu kawan lama dan baru. Pasangan muda aktivis lingkungan Mbak Dyanti dan Kang Awek pindah dari Bandung ke Panjalu tahun 2022. Mereka pernah berkunjung ke kebun telang Martani di Prambanan, Jogja tahun 2017, untuk mendokumentasikan kegiatan kami menelang di kebun.

 

Berkawan banyak lewat telang.



 


Monday, September 9, 2024

Telang di Cikadu Bingkeng Dayeuhluhur

Dalam satu kesempatan ngobrol dengan ibu-ibu di Cikadu, kami mendengar bahwa mereka tidak suka menyeduh pala, kapol, sereh atau rempah-rempah yang banyak ditanam di desanya. Beberapa merasa tidak nyaman dengan aroma buah pala yang menyengat. Kami sangat senang karena ada seorang ibu yang menanam bunga telang dan mengkonsumsinya secara teratur. Juga menggunakannya untuk mencuci mata. Darimana tahu info soal bunga telang Bu? Gugel!





Wednesday, August 14, 2024

Martani di WEA Grassroot Accelerator 2024

 Sebuah penghormatan, kami terjaring mengikuti Program WEA Grassroot Accelerator 2024. Tagline yang ada diangkat: when women thrive, the earth trives. Dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan, ketika perempuan berkembang maka dunia akan maju. 

Ada 24 pemimpin berasal dari 18 provinsi seluruh Indonesia, yang akan mengikuti program



training online selama 4 bulan ke depan (Agustus-November 2024). Tujuan menciptakan kelompok perempuan yang lebih mampu memimpin di bidangnya masing-masing. Diharapkan akan bergabung dengan para alumni baik program di Indonesia dan juga di berbagai negara seperti Amerika, Eropa, Asia, Afrika dan Mexico. Pelaksana program adalah Women Earth Alliance dan Pratisara Bumi Foundation. 

Lebih jauh info WEA https://womensearthalliance.org/indonesia2024/

Paket awal yang dikirim panitia berupa produk sponsor berupa olahan dari hasil bumi petani lokal. Yaitu produk skincare YAGI (IG @yagi.forest), produk spices & oil CONSERVANA (@conservanaspices) dan produk organic tea MADE TEA (@madeteas). Silakan di cek instagramnya untuk keterangan lebih jauh. 

Senang sekali karena salah-satunya adalah teh biru bunga telang yang dikemas oleh @madetea. Campuran bunga telang, daun pandan dan jahe. CALMING BLUE TEA begitu tertulis di kemasannya. 



Setelah diseduh air panas, warna biru dari bunga telang segera muncul terlihat. Memang menenangkan menghirup wanginya daun pandan dan birunya telang. Serasa di awan melayang ringan. Kami meminumnya untuk teman sarapan karedok. 

Kami pernah mengunjungi Bu Made owner MADE TEA di Bali. Kebunnya asri ditanami aneka rempah dan bunga yang digunakan untuk membuat seduhan teh. Para tamu dapat melihat langsung bagaimana tanaman rempah dibudidayakan, dipetik dan diolah. Langsung mencicipi seduhan aneka campuran rempah juga dapat dilakukan. Asik lah. 

Mari ngeteh biru telang. 

Sunday, July 21, 2024

Nyeduh Telang di Hanum Dayeuhluhur

Kami memiliki kesempatan belajar nyeduh bareng telang dan rempah di Desa Hanum, Dayeuhluhur. Beberapa ibu-ibu dan warga datang bergabung, melihat demo proses penyeduhan aneka rempah. Kemudian kami semua mencicipi hasil seduhannya. 

https://youtube.com/shorts/An_gKqZvgV8?si=auVSopUhKhLJ0jT0




 

Respon positif karena dapat menikmati hasil panenan. Dayeuhluhur terkenal sebagai tempat produsen aneka rempah seperti kapulaga, cengkeh, jahe, sereh wangi. Bunga telang dan rosela ada juga yang menanam. Pernah menjadi booming dan ramai orang menanam. 


https://youtube.com/shorts/hqTfGOl3_jQ?si=m2_7nrwzLkW7uvK-





Saturday, June 29, 2024

Bunga Telang Mama Bhumi di Pati

Mama Bhumi namanya. Seorang penggagas kebun dan olahan rempah yang disebutnya Omah Gesang. Bisa dikontak lewat hp 0851-5506-5440, IG omahgesang.id, alamat di Jl Gunungwungkal Tlogowungu, Jiwo, Jrahi, Gn Wungkal, Kabupaten Pati, Jateng 59156.

Lulusan IPB tahun 2012 dan memilih kembali untuk tinggal di desa. Banyak yg bisa dikerjakan di desa katanya bersemangat saat berkunjung ke Kopi Oemah Martani Prambanan tahun 2017 lalu. 

Dua tahun kemudian, usahanya semakin berkembang. Mampu memadukan antara aktif berkarya, dan bangga menjadi ibu rumah tangga mengasuk anak semata wayangnya. 

Jahe biru bunga telang sempat menjadi produk andalannya, sayangnya tidak terlihat di katalog yg menempel di galery WA Bisnis Omah Gesang. Mungkin PO? Jahe biru bunga telang adalah jahe instan siap seduh, ada tambahan bunga telang sehingga jahenya berwarna biru. 

Sirup telang dan rosela dikemas dalam botol siap saji, yang sekarang menjadi produk andalan. Produk sirup buatan rumahan ini menjadi alternatif berbagai produk sirup bermerk produksi pabrikan.

Apa keunggulan produk rumahan orang biasa dibanding produk pabrikan? Mengenal siapa pembuat produk adalah sebuah kemewahan. Bertegur sapa dengan sang artisan, mengetahui asal-usul produk, bagaimana pembuatannya, darimana asal bahan-bakunya. Apakah lebih sehat? 

Jika kategori sehat adalah tanpa bahan pengawet, maka produk rumahan seperti yg diproduksi Mama Bhumi bisa dicoba. Usia produknya lebih pendek karena memang dibuat alami, tanpa pengawet. Apalagi teman-teman pegiat climate change, tentunya mengenal istilah carbon foot print dimana pemilihan produk lokal adalah lebih utama dibanding produk yg didatangkan jauh lokasinya. 

Leaflet Omah Gesang


Kesibukan hari-harinya menyiapkan pesanan olahan simplisia baik pesanan pabrik atau para pelanggan tetapnya yg kerap melakukan repeat order. Sebuah pabrik sambal yg bertemu di sebuah komunitas UMKM memesan jahe, kunyit, laos dan rempah lainnya 2 kali seminggu, sebanyak 20-50 kg per minggunya. Jika produksi sambal naik, bisa pesan 2-3 kuintal, tergantung jenis order sambalnya. Wah kebayang kesibukan harian si ibu pengusaha muda ini. 


Memang sebagai pengusaha rumahan, pemasaran sangat mengandalkan jejaring dan mereka yang kontak langsung. Teman-teman kuliah dan sekolahnya kerap melakukan pemesanan. Bertemu pelanggan baru di pameran, terus ada kecocokan, berlanjut menjadi pelanggan.

Mama Bhumi berbagi cerita kalau tetangganya dan desa-desa sekitarnya adalah kantong pengirim TKW (Tenaga Kerja Wanita). Banyak keluarga bercerai dan anak-anak tidak mendapat perhatian penuh karenanya. Ide ingin membuat usaha agar perempuan tetap berkarya dari desa. Mungkin ini lah jalannya menjadi saluran berkat untuk banyak perempuan di desa. 

Para perempuan di kota mungkin juga bisa lebih memahami  soal konsumsi hariannya. Gak ada yg salah dengan minum teh warung yg biasa dijual di warung, terbuat dari daun Camellia sinensis. Saat ini banyak dijual teh kemasan siap saji, di konter pinggir jalan. 

Hati-hati dan cermati berapa batasan tanin yg dia minum setiap harinya. Sedikit pengayaan dengan menambahkan aneka simplisia rempah yang tentunya memiliki kandungan nutrisi yg lebih beragam, akan memberi dampak baik untuk tubuh. Mengkonsumsi zat tanin di dalam teh, saat haid datang, semakin memperburuk kehilangan zat besi yg bisa memperparah anemia. Mungkin tidak selalu kita sadari sampai sesuatu akumulasi terbentuk. 

Perempuan dan rempah Nusantara. Sukses Mbak Di!

Kumpulan Orang Biasa (KOB)


Monday, June 10, 2024

Kenyang Tanpa Nasi

Kalau kita ditanya apa makanan pokok orang Indonesia? NASI!

Mari kita lihat lebih seksama. Mungkin cerita singkat Martani di suatu hari Minggu di Taman Rempah Martani, bisa membuat pendapat anda berubah. Lala dan beberapa teman dari PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) 2024 datang dan memasak bersama beberapa jenis makanan yang biasa terhidang di Ternate. Teman-teman Lala adalah utusan dari berbagai universitas di seluruh pelosok negri, ada dari Sumatera Utara, Palembang, Padang, Bengkulu, Lombok, Sulawesi Tenggara, dan Ternate. 

Hidangan Ternate Poto by KOB Modifikasi By Aleksa


Mengenalkan masakan lewat kegiatan bersama memasak adalah menyenangkan. Kami memulai dari membersihkan ikan dan sayuran, memotong, memasak dan menyajikannya. Putar papeda adalah sebuah show tersendiri saat dua buah stick kayu digunakan untuk memutar papeda, menggulung dan menaruh di piring yang sudah diairi sayur kuah kuning, untuk menghindari lengket ke piring.



Menu makan Ternate: papeda, sayur ikan kuah kuning, gohu, oseng kangkung, sambal dabu-dabu. Ada juga ikan goreng yang terlihat di poto pertama. Minuman Telang Sari, Wedang Martani dan Wedang Biru turut serta. Seperti juga nasi yang mendominasi makanan pokok kita, minuman juga begitu. Aneka rempah yang kita punya menantikan untuk dieksplorasi. Telang dan rosela memberi rasa unik asam yang menyegarkan, apalagi tampilan warna magenta yang timbul karena kombinasi ini. Masih ada rempah lainnya seperti daun sereh wangi, kapulaga, jahe, jeruk.

Gohu adalah masakan yang paling mendapat atensi semua dari yang hadir hari Minggu ini. Potongan ikan segar yang dimarinasi selama 5-10 menit, tambahkan potongan bawang, kemangi, dan cabe jika suka pedas. Bumbunya hanya garam saja. 3-5 sendok minyak kelapa VCO yg dipanaskan ditambahkan untuk memberi rasa gurih.



Kelak kembali ke rumah masing-masing, membawa cerita dan rasa tentang betapa kayanya Nusantara kita dengan berbagai bahan pangan lokal dan cara memasaknya. Mari kita hargai dan nikmati rasa Nusantara.
Lala dkk PMM 2024 Poto by KOB Modifikasi By Aleksa

 

Saturday, May 25, 2024

HIMAKOVA Goes to Martani

Minggu ke-14 perkuliahan digunakan untuk mempersiapkan Ekspo. Indah, Pandi dan beberapa kawan dari HIMAKOVA berkunjung ke Taman Rempah Martani (Google Map) Darmaga. 

Tidak butuh waktu lama untuk semua bergembira mencoba berbagai rempah yang tersedia di meja. Bunga telang yang diseduh air panas, akan berubah menjadi warna biru. Teh biru bunga telang, biasa kami sebut. Seduhan kayu secang dengan jumlah takaran air yang tepat, bisa mengeluarkan warna merah menyala. Nah bagaimana jika biru dan merah dicampur?


Ada 11 jenis warna-warni aneka seduhan yang kami hasilkan siang ini. Jeruk, daun sereh wangi, rosela, kapulaga, cengkeh, jahe adalah beberapa rempah yang bisa diseduh. Tergantung kita untuk memilih warna atau rasa. Bisa juga kita pilih untuk mendapatkan warna dan menambahkan rasa kemudian. The sky is the limit. 


Kamu pilih yg mana?

Kontak Yusup Martani = 0813.1780.5953



Featured Post

Antioksidan Telang Gak Kalah Tinggi

 Kita terjebak kalau produk luar negeri adalah lebih baik dari yang lokal dan alami. Kemasan dan promosi iklan sangat membantu masukanya pro...