Dalam satu kesempatan ngobrol dengan ibu-ibu di Cikadu, kami mendengar bahwa mereka tidak suka menyeduh pala, kapol, sereh atau rempah-rempah yang banyak ditanam di desanya. Beberapa merasa tidak nyaman dengan aroma buah pala yang menyengat. Kami sangat senang karena ada seorang ibu yang menanam bunga telang dan mengkonsumsinya secara teratur. Juga menggunakannya untuk mencuci mata. Darimana tahu info soal bunga telang Bu? Gugel!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Featured Post
-
Kami mempersilakan tetamu Martani untuk datang langsung melihat kebun bunga telang ne si Mbah. Hanya berjarak 300 meter dari Pawon Martani T...
-
Bangun jiwanya, begitu satu kalimat Indonesia Raya yg menjadi semangat kami bekerja. Membangun jiwa diri sendiri dan mereka di sekitaran kam...
-
Bombastis sekali itu judul. Beberapa literatur menyebutkan karena bentuknya seperti clitoris, makanya dihubung-hubungkan dengan manfaat yg...

No comments:
Post a Comment